Rabu, 05 Oktober 2011

Aku Benci Diriku....!!!


 Saat aku termenung melihat apa yang telah ku alami.... aku melihat satu keanehan.

Saat aku memandang keatas pada Dia... aku melihat kasih-Nya yang besar tercurah bagiku.
Waktu, Kasih, Hikmat, Pengetahuan, Kebijaksanaan, dan banyak hal lain telah diberikan kepada ku dengan melimpah, bahkan sampai saat ini.

Saat aku menurunkan mataku, aku melihat tangan dan aku melihat tidak ada apa-apa disana...
Aku tidak mengerti kenapa tidak ada apa-apa di tanganku...

Aku menatap pada Tahta-Nya... ku temukan Kesempatan Kedua, Pengampunan, Anugerah dan Senyuman....
Aku tersenyum balik padanya dengan sebuah janji...

Saat kutatap tanganku, aku tetap tidak menemukan apa-apa disana...
Kekesalan muncul di hatiku...

Aku berpaling pada-Nya dan tetap menemukan Kesetian yang tetap dipegang-Nya...
Mata ku berkaca-kaca, hanya dapat terdiam....

Aku menatap kembali tanganku, aku tidak menemukan apapun disana, hanya tangan yang kosong...
Amarah itu muncul di hatiku, aku mulai mengutuk...

Dengan malu aku menatap-Nya, aku melihat Kasihnya tidak pernah berubah,  Kesempatan itu tetap ada...
Tak sadar air mataku mulai mengalir, menenangkan hatiku...

Sejenak terdiam dan ku tatap tanganku, tak ada apa-apa di sana, tak ada yang dapa kutunjukkan....
Aku marah, Aku benci diriku...

Dengan hati yang penuh amarah, kupandang ke atas, di sana Dia tetap tersenyum sambil membuka tangannya kulihat tanda Kasih-Nya yang besar...
Aku hanya dapat terdiam.....

Dengan penuh keberanian, kutatap tanganku dan aku tertegun, tidak ada apa-apa di sana....
Aku benci diriku, sangat membenci diriku....
Tidak ada sesuatu yang baik pada akhirnya yang ku temukan pada tanganku....
Air mataku mengalir deras, sambil berteriak dalam hatiku, aku berkata "AKU BENCI DIRIKU, SANGAT-SANGAT BENCI.............."

Tanpa sadar ternyata itulah yang terjadi selama ini.... Bukan karena kurangnya Kasih dan Anugerah-Nya padaku, bahkan Pertolongannya selalu nyata dan Kesetiaannya tetap senantiasa.... Tetapi karena kebodohankulah dan ketidakpedulianku, juga kebebalankulah yang pada akhirnya membuat aku tidak menemukan apapun pada tanganku...

Alasan sebenarnya dari mudahnya aku untuk patah semangat, tidak peduli, marah, memandang rendah nyawaku, karena aku benci diriku dan tidak dapat memaafkannya...

Aku dipermalukan oleh diriku sendiri...
Yang ingin kulakukan hanyalah membakar tubuh ini dan melenyapkannya dari dunia orang hidup....

Pada akhirnya paradoks yang muncul adalah... Disaat aku berusaha mengasihi sesamaku, disaat itu aku semakin membenci diriku. Disaat Kasih-Nya dan Anugerah-Nya semakin besar, disaat itu keamarahanku semakin menjadi jadi pada diriku... Pada akhirnya aku hanya menganggapnya tidak ada, namun kenyataannya adalah aku tidak pernah dapat mengampuni diriku sendiri....
Yang paling kubenci adalah diriku sendiri..... Yang tidak pernah dapat ku terima adalah diriku sendiri....

Pada akhirnya semua pengetahuanku tidak dapat menolongku....
Aku tidak mengerti caranya....

TUHAN ajari aku untuk dapat mengasihi diriku....
TUHAN ajari aku untuk dapat mengampuni diriku....
TUHAN ajari aku untuk dapat menerima diriku....
TUHAN ajari aku untuk dapat SEMPURNA SEPERTIMU
Agar aku layak disebut ANAK-ANAKMU........