Selasa, 30 Agustus 2011

First

Pada dasarnya semua memiliki permulaan
Walaupun memang pada akhirnya selalu ada akhir untuk semuanya

Ada sebuah cerita mengenai seorang anak yang untuk pertamakalinya menemukan bahwa dirinya terbangun dalam keadaan tertunduk. Berusaha untuk mengingat apa yang telah terjadi satu hari yang lalu. Mencoba memastikan apakah itu hanya mimpi atau sebuah kenyataan.
Dia termenung memandangi lukanya dan seolah tak percaya jika luka itu memang ada. Apa yang terjadi membuatnya menunduk malu. Hati memang mengenal sisi gelapnya sendiri. Diam namun bukan berarti tak ada. Disaat api itu berkobar, bahkan pengetahuanpun hanya terdiam membisu. Perjuangan memang terjadi, namun tak lama. Semuanya seakan menunjukkan natur alami manusia, seakan membuktikan bahwa pada dasarnya manusia tidak dapat bertahan.
Memang perbuatan tak semudah perkataan. Disaat perkataan terucap, disaat hikmat muncul, pedang telah terhunus. Ia datang untuk memisahkan antara gelap dan terang, antara benar dan salah. Pada akhirnya, yang tetap bertahan saja yang dapat mengangkat mukanya sebagai pemenang.
Lebih mudah bagi seorang prajurit untuk mengalahkan kota yang berkubu, tetapi hati manusia siapa yang mengenalnya? Dari sanalah keluar segala sesuatu. Bahkan dari sanalah manusia dikendalikan. Berpengetahuan tak membuat manusia kebal dari padanya. Dengan akalnya manusia mencoba mengerti segala sesuatu, namun disaat apa yang gelap itu disingkapkan, semuanya gugur.
Disaat semuanya berakhir, aku tersadar akan satu hal: hati manusia tidak pernah dimiliki oleh dirinya sendiri. Sesaat lalu, di masih bercahaya. namun tanpa perbuatan seorang manusiapun, ia berubah menjadi kegelapan yang menggelapkan kegelapan itu sendiri.
Pada akhirnya perkataan yang terucap akan diuji. Pilihan tersedia, hikmatpun tidak dicabut, tetapi pada akhirnya hati manusia tidak berada di tangannya sendiri. Semua terjadi untuk merubuhkan kota berkubu, menundukkan hati yang angkuh dan menyatakan jika manusia itu tak berkuasa apa-apa.

Pada akhir awal ini, aku menyatakan jika apa yang telah terucap harus kita pertahankan sehingga ketika pengujian selesai, kau akan melihat akhir yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar