Aku menemukan
catatan ini pada lembaran kertas yang telah lama aku simpan. Sejujurnya aku
tidak ingat dari mana aku dapat menulisnya, yang ku ingat hanya saat aku SMA.
DIMANA TUHAN
Dimana Tuhan?
Ayub adalah contoh terbaik, walaupun Ayub tidak bersalah, ia tetap menderita.
Apakah Tuhan tidak adil? Di dalam kitab Ayub terlihat bahwa walaupun iblis
merancangkan kejahatan dan Tuhan memang mengijinkannya, tetapi Tuhan tetap
memberi batasan. Ia tetap menjaga dan memperhatikan Ayub.
Kadang manusia
ketika berada dalam kesulitan mulai menyalahkan. Memang Ayub, Habel, maupun
orang-orang korban Mei 1996 tidak berharap dan tidak menginginkan musibah itu.
Tuhan tidak menghilangkan musibah tetapi Tuhan menjaga dan menolong untuk
melalui musibah itu.
Memang Habel
mati tetapi nyawanya dipandang dan berkenan di mata Tuhan. Memang Ayub
menderita begitu sangat tetapi pada akhirnya ia bahagia. Memang para korban Mei
tidak mengalami berbagai muzijat walau ada sebagian, bukan berarti Tuhan pilih
kasih, tetapi setiap orang menanggung beban masing-masing sesuai kemampuannya
yang tidak dapat disamakan, maka sekarang tinggal sikap kita. Akankah kita
seperti Saul yang malah berbuat dosa dengan datang ke pemanggil arwah saat
tertekan atau malah teruji menjadi emas.
Memang jawaban
ini klise, tetapi Tuhan akan menolong kita untuk keluar bangkit dan malah
menjadi emas. Jika kau orang Kristen, Tuhan Yesus berkata untuk pikul salib dan
ikut Dia. Ada perumpamaan kita hidup sama seperti naik pesawat dan pilotnya
Tuhan. Tuhan tidak pernah menjanjikan penerbangan yang nyaman tetapi Ia
menjanjikan pendaratan yang aman.
(Note: Tulisan
ini hanya refleksi pribadi dan ditujukan pada diri sendiri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar