Jumat, 31 Januari 2014

DIMANA TUHAN



Aku menemukan catatan ini pada lembaran kertas yang telah lama aku simpan. Sejujurnya aku tidak ingat dari mana aku dapat menulisnya, yang ku ingat hanya saat aku SMA.
DIMANA TUHAN
Dimana Tuhan? Ayub adalah contoh terbaik, walaupun Ayub tidak bersalah, ia tetap menderita. Apakah Tuhan tidak adil? Di dalam kitab Ayub terlihat bahwa walaupun iblis merancangkan kejahatan dan Tuhan memang mengijinkannya, tetapi Tuhan tetap memberi batasan. Ia tetap menjaga dan memperhatikan Ayub.
Kadang manusia ketika berada dalam kesulitan mulai menyalahkan. Memang Ayub, Habel, maupun orang-orang korban Mei 1996 tidak berharap dan tidak menginginkan musibah itu. Tuhan tidak menghilangkan musibah tetapi Tuhan menjaga dan menolong untuk melalui musibah itu.
Memang Habel mati tetapi nyawanya dipandang dan berkenan di mata Tuhan. Memang Ayub menderita begitu sangat tetapi pada akhirnya ia bahagia. Memang para korban Mei tidak mengalami berbagai muzijat walau ada sebagian, bukan berarti Tuhan pilih kasih, tetapi setiap orang menanggung beban masing-masing sesuai kemampuannya yang tidak dapat disamakan, maka sekarang tinggal sikap kita. Akankah kita seperti Saul yang malah berbuat dosa dengan datang ke pemanggil arwah saat tertekan atau malah teruji menjadi emas.
Memang jawaban ini klise, tetapi Tuhan akan menolong kita untuk keluar bangkit dan malah menjadi emas. Jika kau orang Kristen, Tuhan Yesus berkata untuk pikul salib dan ikut Dia. Ada perumpamaan kita hidup sama seperti naik pesawat dan pilotnya Tuhan. Tuhan tidak pernah menjanjikan penerbangan yang nyaman tetapi Ia menjanjikan pendaratan yang aman.
(Note: Tulisan ini hanya refleksi pribadi dan ditujukan pada diri sendiri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar